WAJIB BACA

loading...

Ku Selingkuhi Suami Majikan Hingga Aku Hamil dan Membuatku Menjadi Pembunuh Janin

On 05.03.00 with No comments

loading...


Sebenarnya aku malu sekali menceritakan aib ini, tapi biarlah kisahku dapat menjadi bahan pelajaran dan pertimbangan untuk teman-teman yang bekerja disini dalam melangkah ke depan.

Perkenalkan, namaku Ayu (nama samaran), aku berasal dari salah satu desa terpencil di Indonesia dan aku sudah bekerja di beberapa negara seperti Arab, Singapura, Taiwan. Statusku masih single, artinya aku belum pernah menikah.  Aku datang ke Taiwan 19 bulan yang lalu dengan tugas menjaga seorang ama yang lumpuh. Aku tinggal bersama anak ama yang pertama.

Majikanku baik sekali dan aku betah bekerja pada mereka, tapi kebahagian itu hanya sebentar saja. Majikanku yang laki-laki mulai terlihat aneh. Ia mulai mendekati aku dan merayuku untuk melakukan hubungan intim dengannya. Usahanya beberapa kali berhasil kutolak dan lama kelamaan aku merasa takut dengan kelakuannya itu. Akhirnya dengan segala keberanian kulaporkan ulah majikanku kepada istrinya. Kebetulan waktu itu anak ama yang kedua juga berada disana bersama istrinya.

Akhirnya setelah keluarga ama berunding, aku dibawa ke rumah anak ama yang kedua. Jadi aku dan amaku pindah ke rumah menantu perempuan ama yang kujaga. Rumah yang kutinggali kali ini sangat besar dan mewah. Keluarga disini juga sangat baik padaku. Mereka memperlakukan aku seperti keluarga sendiri dan aku tidur bersama anak perempuan majikanku pada malam hari.

Hubunganku dengan anak perempuan majikan sangat baik sekali, sudah seperti saudara. Setelah aku tinggal di rumah ini, aku baru tahu bahwa majikan laki-lakiku, yaitu anak ama yang kedua menderita penyakit sehingga ia pisah tidur dengan istrinya untuk sementara waktu. Disinilah awal petaka itu dimulai. Mungkin seperti pepatah Jawa berkata, writing tresno jalaran saka kulino.

Mungkin ini yang sedang kualami, karena tiap hari aku hidup satu atap dengannya dan berjumpa dengannya setiap hari, akhirnya aku jatuh cinta pada majikanku. Ternyata majikanku juga menaruh perhatian padaku, mungkin karena selama ini ia pisah kamar dengan istrinya dan itu membuatnya merasa kesepian. Sebenarnya alasan mengapa istrinya pisah kamar dengan majikan laki-lakiku karena majikan laki-lakiku menderita penyakit dan istrinya takut menganggu kesehatan suaminya.

Sedangkan alasan yang sebenarnya mengapa mereka sampai pisah kamar aku tak tahu. Seiring berjalannya waktu, hubunganku dengan majikanku semakin intim dan kami bahkan sudah melakukan hubungan seperti selayaknya suami istri, dan semua ini tentunya tanpa sepengetahuan orang rumah.

Pada suatu hari disaat majikan perempuanku dan orang rumah tidak berada ditempat aku dan majikanku naik ke lantai atas untuk karaoke. Waktu itu tanpa menaruh curiga, aku menyuruh majikanku merekam semuanya karena aku ingin membuat kenang-kenangan selama bersamanya. Waktu itu kami bernyanyi, berpelukan dengan mesra. Tapi seperti pepatah mengatakan bangkai kalau ditutupi pasti akan keluar baunya, demikian pula hubunganku dengan majikanku.

Pada suatu hari aku merasa MC-ku datang terlambat, dan biasanya tidak pernah terlambat. Waktu itu aku berpikir beberapa hari lagi pasti keluar, tapi setelah kunanti selama dua minggu, MC-ku tidak datang juga. Aku mulai khawatir. Apalagi aku tidak bisa keluar membeli alat test kehamilan, aku binggung dan aku membutuhkan seseorang untuk bertukar pikiran.

Akhirnya aku mulai menelepon kesana kesini untuk bertukar pikiran. Ada yang menasehati untuk meminta pertanggung jawaban majikan, ada juga yang mengatakan kalau hamil dibuang saja karena itu hubungan cinta terlarang dan majikanku sudah berumur dan mempunyai istri, ia tidak mungkin mau menghidupi anakku.

Zaman sekarang susah cari uang, akan kau hidupi dengan apa anakmu ini, majikanmu tidak mungkin menceraikan istrinya dan memilih kamu. Itu salah satu nasehat dari temanku. Sebenarnya aku menginginkan anak ini karena latar belakang keluargaku yang hanya memiliki seorang anak saja yaitu aku, ditambah lagi usiaku yang sudah tidak muda lagi, aku takut jika yang satu ini kulepaskan, aku tidak akan mempunyai kesempatan untuk mempunyai anak lagi.

Waktu itu yang ada dalam pikiranku hanya membawa pulang anak ini dan meminta pertanggung jawaban dari majikanku untuk memberi nafkah hidup pada anaknya setiap bulan. Tapi menurut pendapat temanku apabila masalah ini tidak diselesaikan dengan baik, maksudnya tidak ada hitam diatas putih, maka setelah aku pulang ke Indonesia nanti majikanku tidak mau bertanggung jawab dan aku pun tidak dapat menuntutnya. Aku jadi bingung. Memang penyesalan selalu datang disaat-saat terakhir.

Setelah manis, sekarang pahitnya harus kutelan, Akhirnya dengan berani aku berbicara kepada majikanku bahwa aku mungkin hamil (karena aku belum memeriksakan diriku ke dokter, maka aku tidak yakin), betapa terkejutnya majikanku. Mukanya merah padam dan tidak bisa berkata apa-apa.

Aku bertanya bagaimana solusinya? Ia hanya diam saja dan ia memohon agar aku memberinya kesempatan untuk berpikir dan menyetujuinya. Hari-hari kulalui dengan perasaan deg-degan.

Ya Allah, berilah jalan yang terbaik pada hambamu, itulah doaku sekarang. Aku baru menyadari kalau aku telah berbuat kesalahan. Dua hari kemudian majikan perempuanku memanggilku ke kamarnya,ia bilang ingin berbicara empat mata denganku. Dengan perasaan deg-degan aku mengikuti langkahnya.

Setibanya kami dikamar, ia menutup pintu kamar dan ia menangis dihadapanku: “Ayu, coba kau katakan padaku apa yang harus kulakukan?“ Waktu itu aku sangat bingung sekali, majikan perempuanku mengatakan bahwa suaminya telah berterus terang kepadanya bahwa ia mempunyai hubungan yang istimewa denganku dan sekarang aku mungkin hamil.

Majikan perempuanku mengatakan bahwa selama ini orang serumah memperlakukan aku seperti keluarga sendiri kenapa aku tega berbuat seperti ini. Ya Tuhan, aku juga tidak tahu harus berbuat apa. Aku juga menyesal telah mengkhianati majikan yang selama ini sangat baik padaku.

Aku hanya bisa menangis memohon maaf padanya dan akhirnya kami berdua saling bertangisan. Hari itu majikan perempuanku membawa aku ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilanku. Setelah melakukan pemeriksaan, aku dinyatakan positif hamil. Waktu itu aku dan majikan perempuanku sama-sama kaget.

Kulihat wajah majikan perempuanku yang pucat pasi karena shock mendengar berita ini. Sepulang dari dokter aku diajak masuk ke kamar majikan perempuanku, disana ia memohon padaku untuk menggugurkan kandunganku. Ia mengatakan suaminya mengidap penyakit, kalau aku memaksakan diri melahirkan anak yang kukandung ini, bayi tersebut juga akan terlahir cacat.

Ia terus menangis di hadapanku dan aku bingung karena aku dihadapkan dengan pilihan ini. Ia berkata jika aku bersedia, ia akan mengantarku ke dokter lagi untuk menggugurkan kandunganku. Waktu itu aku belum siap menjawabnya dan menjadi takut. Akhirnya aku mengunci diri di kamar, majikan memanggilku keluar kamar dan tak kuhiraukan. Didalam kamar aku menelpon temanku untuk melaporkan semua ini pada pihak Depnaker, aku tidak tahu lagi apa yang harus kuperbuat, aku takut salah melangkah.

Semalaman aku berdiam di kamar dengan gelisah sambil menunggu datangnya pagi. Keesokkan harinya Depnaker datang bersama polisi. Setelah mereka memahami cerita yang sebenarnya mereka mengatakan bahwa majikanku menawarkan jalan damai. Waktu itu aku bersikeras tidak mau, tapi mereka mengatakan bahwa posisiku lemah karena perbuatan ini dilakukan karena kesediaan dari kedua belah pihak dan majikan laki-lakiku mengeluarkan VCD rekaman kami dan SMS yang pernah kukirimkan kepadanya.

Posisiku menjadi sangat lemah. Petugas mengatakan apabila terbukti merusak rumah tangga orang lain di Taiwan, kita akan dipenjara. Dalam hal ini istri bisa menuntut wanita ketiga, apalagi bukti VCD dan SMS ditangan mereka. Akhirnya setelah melalui perundingan yang panjang majikanku bersedia memberikan uang pesangon padaku. Perlu diketahui bahwa tiga bulan lagi aku genap dua tahun kontrak, tapi karena sekarang aku harus pulang, maka kuminta majikanku membayar gajiku sampai habis kontrak, sebagai gantinya aku bersedia mengugurkan kandunganku.

Sebenarnya alasanku mengugurkan bayi ini bukan karena permintaan majikan atau uang yang ditawarkan, tetapi karena waktu itu aku melihat majikan laki-lakiku hanya berdiam diri saja dan tidak membelaku sama sekali. Apakah ia sudah lupa dengan janjinya padaku? Aku sangat menyesal sekali terlibat hubungan dengan laki-laki yang tidak berguna ini.

Betul juga kata temanku bahwa majikanku tidak mungkin menceraikan istrinya dan memilih aku, memang ini semua kesalahanku. Sebenarnya aku suka sekali bekerja di tempat ini, mereka semua baik padaku dan sebentar lagi kontrakku habis. Mereka juga akan menyambung kontrakku sampai tahun ketiga.

Masa depanku kurusak sendiri dengan kekhilafanku. Setelah kutanda tangani perjanjian damai, kukemasi barang-barangku karena aku sudah tidak mau lagi tinggal di rumah majikanku. Aku muak melihat muka majikan laki-lakiku! Hari itu juga majikanku didampingi petugas membawaku ke dokter kandungan untuk mengugurkan kandunganku.

Setelah diberi obat oleh dokter, aku diajak pulang ke tempat agen dan aku harus menunggu di rumah agen sampai pulang ke Indonesia. Selama aku berada di rumah agen, majikanku tidak pernah menengokku. Hal ini yang membuatku sakit hati, tetapi nasi sudah menjadi bubur, biarlah semua ini menjadikan pengalamanku untuk melangkah ke depan. Untuk teman-teman, jangan sekali-kali mengalami nasib seperti aku, dan jangan bermain api, nanti yang terbakar diri kita sendiri, dan yang menderita kerugian pasti pihak perempuan. Aput Aulia/ Indosuara (suarabmi.com)
loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »