WAJIB BACA

loading...

Astaga ! Tujuh Oknum TNI Diduga Perkosa Pelayan Kafe,Begini Kisah Dan Keadaan Korban

On 04.33.00 with No comments

loading...


PAYAKUMBUH – Seorang pelayan kafe berinisial R (18), warga Nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diduga menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan tujuh laki-laki.Para pelaku diduga anggota TNI. Akibat kejadian itu, korban harus dirawat intensif di rumah sakit.
Sejauh ini belum ada pernyataan dari kepolisian, baik Kepolisian Sektor Kota Payakumbuh maupun Kepolisian
Resor Kota Payakumbuh terkait kejadian itu. Begitu juga dari Kodim 0306/50 Kota.Saat ditanya Kompas, Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0306/50 Kota Letnan Kolonel Inf Heri Sumitro, yang ditemui di Payakumbuh Minggu siang, tidak membantah kejadian itu.
Namun, dia enggan memberi komentar. “Tolong beri kesempatan itu berjalan. Jangan diekspose dulu,” kata Heri.
Menurut Kepala Seksi Intel Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/4 Padang Kapten CPM Arifin, ada tujuh anggota TNI yang dibawa dari Payakumbuh ke Padang pada Minggu pagi.
Mereka dibawa terkait kasus kekerasan seksual terhadap R. Saat ini, ketujuh orang itu masih diperiksa oleh bagian penyidikan.
Peristiwa itu terjadi Jumat (20/1/2017) malam di kafe CF di Kelurahan Talang, Kelurahan Payakumbuh Barat, Payakumbuh.
ilustrasi | foto : merdeka.com
Dari penuturan beberapa warga yang sempat menemui korban dan keluarganya seusai kejadian, korban dicekoki minuman keras oleh para pelaku hingga pingsan. Pada saat itulah para pelaku diduga memerkosa korban.
Menyusul kejadian dugaan kekerasan seksual terhadap R, pada Sabtu malam, warga mendatangi kafe CF. Warga lalu membakar kafe itu. Menurut Lurah Talang, Gusmardi, pembakaran kafe dilakukan sejumlah orang sekitar pukul 22.15.
Kejadian yang menimpa R turut menjadi perhatian Nurani Perempuan Woman Crisis Center, salah satu lembaga yang aktif mengadvokasi nasib anak dan perempuan korban kekerasan seksual di Sumbar.
Nurani Perempuan berencana menyurati sejumlah pihak. Direktur Nurani Perempuan Yefri Heriani mengatakan, pihaknya akan mendesak agar proses hukum peristiwa itu terbuka. Dengan begitu, korban mendapatkan penanganan dan hak-haknya, misalnya seperti perlindungan.
loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »