WAJIB BACA

loading...

Waktu “Air Ketubanku” Pecah, Mertua Bilang Belum Waktunya, Malah Mengunciku Dalam Kamar Sampai Aku Melihat Darah Keluar…

On 16.09.00 with No comments

loading...
Aku dan suamiku memang tinggal serumah dengan mertua. Mertuaku orang yang keras, apalagi suamiku adalah anak cowok satu-satunya di keluarga, seringkali suamiku harus membantu orang tuanya bicara, baru dia menghibur aku di belakang orang tuanya. Aku memang termasuk orang yang lebih lunak, biasanya asalkan tidak keterlaluan, aku pasti tidak akan cari-cari masalah sama mertua. Mertuaku punya 5 anak, suamiku anak terakhir dengan 4 orang kakak perempuan, mertua tetap mau punya anak sampai akhirnya punya anak laki-laki.
vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv

Sejak kami menikah, mertua pengen aku cepet punya anak laki-laki, sampai akhirnya hal ini jadi membebani aku dan suami, aku harus melahirkan seorang anak laki-laki untuknya. Tapi masalahnya, punya anak cowok kan bukan karena aku pengen langsung datang begitu saja. Waktu aku hamil anak pertama, aku nggak terlalu gimana juga soal anak cowok atau cewek, menurut aku cowok atau cewek sama aja, aku tetep suka. Tapi mertua selalu kasih aku makanan sambil berdoa kalau anakku ini cowok.

Tapi waktu aku melahirkan, anakku ternyata cewek, mertuaku kecewa sampai tidak mau menerima kenyataan ini. Setiap kali selalu ngomel kenapa anakku bukannya cowok. Suamiku menghibur mamanya dan bilang, dulu aja dia punya 4 anak cewek dulu baru melahirkan suamiku. Ternyata kalimat ini langsung bikin mertuaki pengen aku langsung hamil anak kedua! Dia bilang dia mau merawat putri pertamaku, aku cuman perlu merawat diriku dan hamil lagi. Waktu itu aku langsung bilang kalau aku bukan alat untuk bikin anak….
Waktu anakku berumur 3 tahun, aku akhirnya hamil lagi, mertuaku seneng setengah mati ngedenger berita ini. Tapi aku malah tertekan, kalau sampe ini anak bukan cowok, bisa gawat juga.. Selama ini aja mertua sama anak perempuanku tidak sebegitu sayang. Akhirnya, supaya mertuaku nggak terlalu kecewa, dari awal aku bilang kalau sampe anak ini bukan cowok, jangan sampe salahin aku. Mertuaku langsung bilang aku jangan sembarangan ngomong.
Sejak itulah, mertuaku sering berdoa kesana kesini, bahkan cari orang pinter buat tanya-tanya. Waktu aku hamil 7 bulan, dia datang dan bilang kalau dia udah tanya orang pinter kalau aku harus melahirkan kapan dan pasti anakku itu cowok. Bahkan mertuaku udah menyumbang sejumlah uang supaya menjamin kalau permintaannya bakalan dikabulkan. Aku udah nggak bisa ngomong apa-apa lagi, aku cuman takut mertuaku ditipu orang, tapi dia bilang asal dengerin dia semua pasti beres. Gara-gara hal ini aku bertengkar sama suamiku, aku sampai bilang kalau sampe anakku ini perempuan lagi, aku mau pindah dari rumah mertua.
Hari itu, cuman beda sehari dari hari yang ditentuin sama mertuaku, sore itu aku ngerasa perutku udah sakit, aku langsung bilang mertuaku untuk bawa aku ke rumah sakit. Tapi mertuaku cuman bilang dengan santainya kalau waktunya belum sampai. Akhirnya aku telepon suamiku dan suruh dia pulang ke rumah, aku sambil beres-beres barang. Siapa sangka mertuaku mengunciku di dalam kamarku, nggak peduli gimanapun aku teriak, mertuaku suruh aku bersabar dan menunggu sampai lewat jam 12 malam. Waktu suamiku sampai di rumahpun, mertuaku cuman bilan itu cuman perasaan aja, belum waktunya.
Aku udah nggak ada tenaga lagi ribut, akhirnya aku cuman bisa menangis di atas ranjang. Sampai jam 8 malam, air ketubanku pecah, aku langsung kaget dan telepon mamaku. Setelah itu aku langsung sekuat tenaga mengetuk pintu kamar dan bilang aku sudah mau melahirkan, tapi mertuaku masih bilang suruh aku tahan sebentar. Suamiku merasa ada yang aneh, akhirnya minta mamanya supaya mengijinkan membawa aku ke rumah sakit, tapi mertuaku tetap tidak mengijinkan!
Sampai aku melihat darah keluar dari pahaku, aku kaget setengah mati dan berteriak, perutku sudah sangat kesakitan dan aku sudah tidak punya tenaga lagi. Aku mendengar orang tuaku akhirnya datang dan bertengkar hebat dengan mertuaku, kakaku langsung mengangkatku dari kamar dan membawaku ke rumah sakit.
Begitu sampai di rumah sakit, anakku langsung lahir. Begtu dokter melihatku, dia langsung menyalahkanku kenapa tidak datang lebih pagi, kalau sampai terlambat bisa saja berbahaya. Aku juga nggak tahu harus menjawab apa, mamaku memeluk anak cowokku yang baru dilahirkan dan tidak mengijinkan mertuaku mengambilnya. Kemudian mamaku bilang akan membawaku pulang ke rumahnya.
Mertuaku sambil nangis sambil memohon maaf padaki, aku gimanapun juga nggak bisa membencinya, aku bilang mama supaya memberikan anakku untuk digendong sama mertua.
loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »